Inilah Tata Cara Budidaya Hidroponik dengan Glasswool

Cara Budidaya Hidroponik

Terbatasnya lahan tanah yang tersedia saat ini membuat siapa pun harus memutar otak; berinovasi; menemukan cara baru untiuk bercocok tanam. Dewasa ini, metode inovatif yang banyak dilakukan orang-orang adalah hidroponik. Apa itu hidroponik? Sederhananya, hidroponik adalah cara terbaik budidaya tanaman di lahan terbatas—yang mana Anda tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya. Selain berhasil mengatasi problem kurangnya lahan tanah, dengan metode ini, diharapkan para petani hidroponik bisa lebih produktif, juga menghasilkan buah/hasil pangan yang lebih baik. Artikel kali ini akan menjelaskan bagaimana cara menanam secara hidroponik menggunakan glasswool, salah satu media tanam populer untuk hidroponik.

Tata Cara Budidaya Hidroponik dengan Glasswool

1. Mengumpulkan Alat dan Bahan

Pengerjaan tanaman hidroponik tentunya diawali dengan mengumpulkan alat dan bahan terlebih dahulul; tak lupa perencanaan—untuk mengetahui bagaimana sekiranya tanaman hidroponik akan jadi.  Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: Pipa paralon, tutup paralon, selang air, penyambung pipa paralon, dan pompa aquarium. Sedangkan, alat-alat yang harus Anda siapkan adalah: Bor, mata bor, gergaji besi, dan cutter/gunting.

2. Mulai Merakit Hidroponik Paralon

Pipa paralon yang akan dirakit menjadi hidroponik paralon, atau dikenal juga dengan isitilah sistem NFT/DFT. Pada sistem ini terdapat 20 lubang, yang dapat digunakan untuk menanam berbagai macam sayur-sayuran. Penyangganya terbuat dari: (1) Keni 3/4 sebanyak 10 buah, (2) Sambungan T sebanyak 16 buah, (3) 3/4 inch sebanyak dua. Selanjutnya, untuk sistem NFT-nya membutuhkan: (1) Tutup pipa sebanyak dua buah, (2) Pipa penyambung pipa 3 ke 2 inch enam buah, (3) Pipa paralon 2 inch 60 cm, (4) Keni 2 inch sebanyak 6 buah, (5) Keni 1/2 inch sebanyak 2 buah, dan (6) Pipa paralon 3 inch 1 lonjor, dipotong-potong menjadi empat atau sepanjang 1 m, kemudian dilubangi dengan holeshaw dan bor.

3. Menyiapkan Netpot

Langkah selanjutnya yaitu menyiapkan netpot daur ulang. Netpot berfungsi sebagai tempat tanaman hidroponik, yang kemudian akarnya menggantung dan akan dialiri oleh cairan nutrisi yang telah disediakan. Netpot merupakan salah satu bagian yang terpentig dari sebuah tanaman hidroponik. Penggunaan netpot secara tepat, selain mempersubur tanaman, juga dapat menghemat budget yang dikeluarkan. Anda bisa mencoba barang-barang yang bisa di daur ulang untuk kemudian dijadikan tempat bertumbuhnya tanaman hidroponi Anda.

4. Menyiapkan Media Tanam

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, terdapat berbagai macam media tanam yang bisa digunakan untuk budidaya hidroponik. Mulai dari rockwool, arang sekam, sabut kelapa, dan glasswool. Nah, kali ini kami menyarankan kepada Anda untuk menggunakan media tanam ini.

5. Penyemaian Benih Tanaman

Penyemaian benih tanaman hidroponik pada glasswool, hampir sama dengan rockwool. Tata cara yang baik dalam penyebaran benih, terlebih dahulu dimulai dengan proses pemilihan bibit tanaman berkualitas. Sebab, serapi apa pun; secanggih apa pun sistem hidroponik yang Anda gunakan, menjadi tidak ada gunanya ketika Anda menggunakan pasokan plant seed yang berkualitas rendah. Sebaliknya, walaupun fasilitas budidaya hidroponik yang Anda miliki sederhana, namun disemai menggunakan bibit tanaman berkualitas, result yang lebih bagus pun akan lebih terjamin untuk didapatkan.

6. Perawatan Tanaman Hidroponik

Degan berbagai macam varian harga glasswool, yang mana tentunya juga berpengaruh pada kualitas media tanam yang Anda miliki, dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman hidroponik Anda. Oleh karenanya, pastikan Anda juga menyiapkan media tanam berkualitas untuk menjamin pertumbuhan tanaman budidaya Anda. Siapkan cairan nutrisi, yang akan didistribusikan ke seluruh akar tanaman yang menggantung di netpot; lakukan secara rutin untuk menadapatkan hasil yang terbaik.

Itulah tadi tata cara budidaya hidroponik dengan memanfaatkan glasswool. Budidaya tanaman secara hidroponik semakin masyhur di tengah masyarakat Indonesia. Di mana kita mengenalnya sebagai negara agraris, masyarakatnya gemar bercocok tanam. Daripada pasrah dengan lahan kosong yang semakin menyempit, saatnya menghasilkan profit dengan cara hidroponik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *